ads display

Jangan Hanya Pandai Berpidato, Buktikan di Lapangan! Kapolsek Delitua Larang Geng Motor di Sekolah

Redaksi
10 Agu 2026 | Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T14:44:47Z

FOTO : ‎Kapolsek Delitua 

‎DELITUA | Kehadiran Kapolsek Delitua AKP Kennedy Sitompul, SH, MH sebagai pembina upacara di salah satu SMA  di Delitua, Senin (10/8/2026), mendapat apresiasi.
‎
‎Di hadapan siswa dan guru, Kapolsek mengingatkan bahaya tawuran, geng motor, narkoba hingga perjudian yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.
‎
‎Namun, di balik pesan tersebut, muncul pertanyaan kritis dari masyarakat: sejauh mana imbauan tersebut dibarengi tindakan nyata di lapangan?
‎
‎Masyarakat tidak membutuhkan sekadar pidato, patroli, ataupun dokumentasi kegiatan. Yang dibutuhkan adalah jaminan keamanan yang benar-benar dirasakan warga.
‎
‎Jangan Sampai Geng Motor Hanya Dilawan dengan Spanduk dan Imbauan
‎
‎Larangan terhadap geng motor tentu patut diapresiasi. Tetapi jika aksi kelompok remaja masih terus menjadi keresahan, maka pendekatan pencegahan harus dievaluasi.
‎
‎“Kalau hanya mengimbau, semua orang juga bisa. Masyarakat ingin melihat tindakan nyata. Kalau memang ada titik rawan, lakukan pengawasan dan penertiban secara konsisten,” ujar warga.
‎
‎Salah satu langkah yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah penertiban kendaraan dengan knalpot brong secara rutin dan tidak pandang bulu, sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Jangan sampai penertiban hanya dilakukan ketika kamera sedang menyorot atau ketika sebuah aksi sudah viral di media sosial.
‎
‎Patroli Ada, Tetapi Apa Hasilnya?
‎
‎Patroli merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan. Namun, masyarakat mempertanyakan efektivitasnya apabila aksi tawuran dan kelompok remaja yang meresahkan masih kembali muncul.
‎
‎Patroli bukan sekadar berkeliling, berhenti di lokasi rawan, kemudian mengambil dokumentasi.
‎
‎Patroli seharusnya mampu menghasilkan pencegahan. Jika ditemukan kelompok yang berpotensi melakukan gangguan keamanan, harus ada langkah sesuai kewenangan dan hukum yang berlaku.
‎
‎Masyarakat juga berharap Polsek Delitua berani melakukan evaluasi terhadap pola patroli yang selama ini dilakukan.
‎
‎Masyarakat Tidak Ingin Polisi Hadir Setelah Kejadian
‎
‎Kritik masyarakat sebenarnya sederhana: jangan menunggu tawuran terjadi, jangan menunggu korban jatuh, dan jangan menunggu video viral baru bertindak.
‎
‎Pencegahan harus dilakukan sebelum masalah terjadi.
‎
‎Pemetaan lokasi rawan, patroli pada jam rawan, penertiban pelanggaran lalu lintas yang berkaitan dengan aktivitas kelompok remaja, serta koordinasi dengan sekolah, orang tua dan tokoh masyarakat harus berjalan secara berkelanjutan.
‎
‎Sebab, keberhasilan kepolisian bukan diukur dari seberapa banyak foto kegiatan yang dipublikasikan, tetapi dari seberapa aman masyarakat ketika berada di jalan pada malam hari.
‎
‎Pesan Kapolsek Harus Dibuktikan
‎
‎Apa yang disampaikan AKP Kennedy Sitompul kepada para pelajar merupakan pesan yang baik. Tetapi masyarakat berharap pesan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah.
‎
‎Kalau polisi meminta pelajar menjauhi geng motor, masyarakat juga ingin melihat polisi benar-benar serius mencegah ruang gerak kelompok yang meresahkan tersebut.
‎
‎Masyarakat tidak sedang meminta tindakan di luar hukum. Masyarakat hanya meminta penegakan aturan yang konsisten, terukur dan tidak pandang bulu.
‎
‎Kini pertanyaannya bukan lagi “apakah polisi sudah melakukan patroli?”
‎
‎Pertanyaannya adalah:
‎
‎“Apakah masyarakat sudah benar-benar merasa aman setelah patroli tersebut dilakukan?”
‎
‎Jawaban atas pertanyaan itu yang akan menjadi ukuran nyata seberapa efektif upaya pencegahan geng motor di wilayah hukum Polsek Delitua.**
‎
‎(Redaksi/Vona T)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jangan Hanya Pandai Berpidato, Buktikan di Lapangan! Kapolsek Delitua Larang Geng Motor di Sekolah

Trending Now

Iklan

close