INDOKOM NEWS | Sebuah truk tangki bahan bakar minyak (BBM) diduga melakukan praktik ilegal yang dikenal dengan istilah "kencing BBM" di Jalan Medan–Berastagi, tepatnya di Desa Dembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (5/6/2026).
Dalam video yang beredar di masyarakat, terlihat sebuah truk tangki berpelat nomor BK 8579 GK berhenti di tepi jalan. Di lokasi tampak terluhat jeriken yang diduga telah terisi BBM, selang, serta keranjang yang diduga digunakan untuk memindahkan bahan bakar dari dalam tangki.
Seorang pria tanpa mengenakan baju terlihat berada di dekat tangki dan diduga sedang melakukan pemindahan BBM ke dalam jeriken. Saat menyadari dirinya direkam, pria tersebut tampak panik dan berusaha menghindari sorotan kamera.
Praktik yang dikenal sebagai "kencing" truk tangki BBM merupakan istilah untuk tindakan mengurangi sebagian muatan BBM secara ilegal sebelum sampai ke lokasi tujuan. Jika terbukti, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penggelapan dan berpotensi merugikan negara, perusahaan, serta masyarakat sebagai penerima distribusi BBM.
Modus yang Kerap Terjadi
Berdasarkan berbagai kasus yang pernah terungkap, praktik ini biasanya dilakukan oleh oknum sopir atau kernet dengan cara mengeluarkan sebagian isi tangki di lokasi yang dianggap aman dan jauh dari pengawasan, seperti lahan kosong, gudang ilegal, atau area sepi di sepanjang jalur distribusi.
Akibatnya, volume BBM yang diterima di lokasi tujuan berkurang sehingga berpotensi mengganggu distribusi dan merugikan konsumen.
Pertamina dan Aparat Diharapkan Bertindak
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) masih dalam upaya konfirmasi terkait dugaan penyelewengan tersebut.
Sementara itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumatera Utara, segera melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran peristiwa yang terekam dalam video tersebut.
"Jika terbukti terjadi penyelewengan distribusi BBM, kami berharap ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat agar tidak merugikan masyarakat dan tangkap" ujar salah seorang warga.
Kasus dugaan penyalahgunaan distribusi BBM seperti ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kebutuhan vital masyarakat serta tata kelola distribusi energi yang harus berjalan secara transparan dan akuntabel.**
(ROY.G/IND)


