Foto IG / Pemkab Deli Serdang. Dari Stasiun Tua ke Ruang Publik Modern: Babak Baru Penataan Deli Tua Dimulai
INDOKOM NEWS | Deli Tua kembali menjadi sorotan. Kawasan eks Stasiun Deli Tua yang selama bertahun-tahun menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus menyimpan berbagai persoalan tata ruang, kini memasuki babak baru.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara resmi menyepakati langkah penataan kawasan yang diyakini akan mengubah wajah Deli Tua dalam beberapa tahun ke depan.
Kesepakatan ini bukan sekadar agenda administratif atau penandatanganan di atas kertas. Di baliknya tersimpan sebuah visi besar: mengembalikan fungsi kawasan strategis menjadi ruang yang lebih tertata, nyaman, aman, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kawasan Strategis yang Selama Ini Menunggu Perubahan
Bagi warga Deli Tua, kawasan eks stasiun bukanlah tempat asing. Lokasi ini berada di titik yang sangat strategis dan menjadi denyut aktivitas ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, kepadatan aktivitas, keberadaan bangunan yang tidak tertata, hingga kemacetan yang kerap terjadi telah lama menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Banyak pihak menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Letaknya yang strategis dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat yang modern tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada kawasan itu.
Kini, harapan tersebut mulai menemukan jalannya.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama PT KAI bersepakat melakukan penataan kawasan seluas sekitar empat hektare. Luasan yang cukup besar ini membuka peluang lahirnya kawasan baru yang lebih representatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.
Bukan Penggusuran, Tetapi Penataan Masa Depan
Salah satu isu yang selalu muncul dalam setiap program penataan kawasan adalah kekhawatiran masyarakat terhadap relokasi dan dampak sosial yang ditimbulkan.
Karena itu, pemerintah menegaskan bahwa proses penataan akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan humanis. Pendekatan ini menjadi penting agar transformasi kawasan tidak menimbulkan gejolak sosial dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang selama ini mencari nafkah di lokasi tersebut.
Pedagang yang terdampak nantinya akan direlokasi ke Pasar Old Town yang telah dipersiapkan. Langkah ini diharapkan menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak. Di satu sisi, kawasan eks stasiun dapat ditata lebih baik. Di sisi lain, para pedagang tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ekonominya.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang beton, jalan, dan bangunan baru. Pembangunan juga harus berbicara tentang manusia yang hidup dan beraktivitas di dalamnya.
Mimpi Menghadirkan Ruang Hijau di Tengah Kota
Salah satu bagian paling menarik dari rencana penataan ini adalah gagasan menghadirkan ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat.
Di tengah semakin terbatasnya ruang publik, kehadiran taman dan area hijau bukan lagi sekadar pelengkap. Ruang terbuka hijau telah menjadi kebutuhan masyarakat modern. Tempat warga berolahraga, berkumpul bersama keluarga, bersantai, hingga menjadi ruang interaksi sosial yang sehat.
Jika rencana tersebut terwujud, kawasan yang sebelumnya identik dengan kepadatan aktivitas dan kesemrawutan akan berubah menjadi ruang publik yang ramah bagi semua kalangan.
Anak-anak memiliki tempat bermain. Generasi muda memiliki ruang berkreativitas. Orang tua memiliki lokasi untuk berolahraga dan bersantai. Sementara masyarakat umum memperoleh ruang berkumpul yang nyaman dan aman.
Kolaborasi yang Menentukan Masa Depan Deli Tua
Keberhasilan program ini tentu tidak bisa bergantung pada satu pihak saja. Karena itu, sinergi antara Pemkab Deli Serdang, PT KAI, Polrestabes Medan, Kodim 0201/Medan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor yang sangat penting.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama yang kuat, komunikasi yang terbuka, dan komitmen yang sama untuk menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ke depan, tantangan tentu tidak sedikit. Mulai dari proses relokasi, penataan infrastruktur, hingga menjaga agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Namun dengan dukungan semua pihak, optimisme terhadap masa depan kawasan eks Stasiun Deli Tua semakin besar.
Saatnya Deli Tua Menatap Masa Depan
Penataan kawasan eks Stasiun Deli Tua sejatinya bukan hanya tentang mengubah wajah sebuah lokasi. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun identitas baru bagi Deli Tua sebagai kawasan yang modern, tertata, dan berdaya saing.
Masyarakat tentu berharap perubahan ini tidak berhenti pada seremoni dan rencana semata. Mereka menantikan hasil nyata yang dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika seluruh proses berjalan sesuai harapan, beberapa tahun ke depan masyarakat mungkin akan mengenang kawasan eks Stasiun Deli Tua bukan lagi sebagai titik yang semrawut dan padat, melainkan sebagai simbol keberhasilan kolaborasi, keberanian melakukan perubahan, dan bukti bahwa pembangunan yang berpihak kepada masyarakat memang bisa diwujudkan.
Dan dari sinilah, babak baru Deli Tua dimulai. Sebuah kawasan lama yang sedang bersiap menyambut masa depan.**
(Red/IG/Pemkab/Vona Tarigan)


