Editor : Vona Tarigan
INDOKOM NEWS | Ketegangan di kawasan Teluk Persia mendorong Perancis meningkatkan kehadiran militernya di jalur pelayaran strategis dunia. Pemerintah Perancis memutuskan mengerahkan sekitar 10 kapal perang untuk mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Presiden Emmanuel Macron mengatakan langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan jalur perdagangan energi internasional di tengah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Setiap hari, sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Pengerahan armada laut Perancis terdiri dari beberapa kapal fregat serta kapal amfibi yang dilengkapi kemampuan pengawalan dan perlindungan terhadap kapal dagang. Armada tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk wilayah sekitar Selat Hormuz.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan dan sejumlah serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk Persia yang memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi minyak dunia.
Pemerintah Perancis menegaskan operasi ini bersifat defensif dan bertujuan memastikan kapal-kapal tanker dapat melintas dengan aman tanpa mengganggu stabilitas perdagangan internasional.
Para analis menilai pengerahan armada tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Barat terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Jika jalur Selat Hormuz terganggu, harga minyak dunia berpotensi melonjak dan memicu tekanan ekonomi di banyak negara.
Karena itu, sejumlah negara mulai meningkatkan patroli militer di kawasan tersebut guna menjaga keamanan salah satu jalur energi paling vital bagi perekonomian global.**


