INDOKOM NEWS | Video yang diduga memperlihatkan dua anggota kepolisian dari wilayah hukum Polsek Pancurbatu dan Polsek Medan Tuntungan viral di media sosial dan memicu sorotan publik terhadap pengawasan internal di tubuh institusi kepolisian.
Rekaman berdurasi sekitar satu menit yang mulai beredar sejak Rabu malam (6/5/2026), salah satunya melalui TikTok, menampilkan dua pria yang disebut-sebut sebagai personel polisi berada dalam sebuah acara bersama sejumlah wanita. Dalam video tersebut, suasana tampak meriah dengan musik keras, sementara para peserta terlihat berjoget.
Viralnya video itu memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Di tengah belum adanya penjelasan resmi secara lengkap dari seluruh pihak terkait, publik mulai mempertanyakan standar disiplin, pengawasan internal, serta dampaknya terhadap citra institusi kepolisian di mata masyarakat.
“Kalau memang benar yang ada di video itu aparat, publik berhak mendapat penjelasan terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi liar,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu, ,Iptu Rudi Salam Tarigan, SH, MH, dikonfirmasi INDOKOM NEWS Kamis (7/5/2026), melalui WhatsApp membenarkan bahwa salah satu sosok dalam video merupakan personel yang bertugas di unit Reskrim Polsek Pancurbatu.
Namun, ia menegaskan video tersebut merupakan rekaman lama.“Video itu tahun 2024, dan yang bersangkutan sudah panggil ditindak oleh pimpinan,” tegasnya.
Meski penjelasan awal telah diberikan, hingga berita ini diterbitkan pihak maupun jajaran Humas Polda Sumut belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut, meski wartawan telah melakukan upaya konfirmasi.
Minimnya penjelasan resmi dari seluruh pihak justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat: apakah pengawasan internal terhadap personel benar-benar berjalan konsisten, atau hanya aktif setelah kasus terlanjur viral?
Publik kini menunggu langkah resmi dan terbuka dari institusi kepolisian untuk menjawab polemik tersebut, sekaligus memastikan setiap dugaan pelanggaran etik ditangani secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.**
(Redaksi/Vona Tarigan)


