MEDAN – Apa jadinya jika seorang wartawan justru mengalami dugaan tindak pidana di dalam kawasan markas kepolisian?
Itulah yang dialami Sastrawan Sembiring, wartawan di Kota Medan. Mobil pribadi miliknya, Honda CR-V putih, diduga dirusak orang tak dikenal (OTK) saat terparkir di area Polda Sumatera Utara, Selasa (20/1/2026).
Ironisnya, peristiwa itu terjadi di tempat yang seharusnya menjadi simbol keamanan.
Bagian body samping kanan dan kiri mobil milik Sastra terlihat digores cukup dalam, seolah disengaja. Kejadian ini sontak membuatnya terkejut dan geram.
Sastra datang ke Polda Sumut sekitar pukul 10.25 WIB untuk menindaklanjuti laporan yang sudah ia layangkan sejak Oktober 2025. Karena parkiran utama penuh, ia memarkirkan mobil di parkiran belakang Polda Sumut, tepatnya di area gereja.
Sekitar pukul 12.00 WIB, setelah urusannya selesai, Sastra berniat membawa mobilnya ke bengkel untuk servis. Namun niat itu buyar seketika.
“Saya kaget melihat ada goresan di sisi kanan. Setelah dicek lagi, ternyata sisi kiri juga digores, bahkan lebih dalam,” ungkap Sastra dengan nada kecewa.
Merasa ada unsur kesengajaan, Sastra yang didampingi rekannya Matius Gea langsung membuat laporan resmi ke SPKT Polda Sumut. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP B/99/7/2028/SPKT/Polda Sumut, tertanggal 20 Januari 2026.
Bagi Sastra, kejadian ini bukan sekadar soal mobil yang rusak. Ia menilai peristiwa ini sebagai tamparan keras bagi institusi penegak hukum.
“Ini memalukan. Kejadiannya justru di area Polda Sumut. Harusnya ini tempat paling aman dan nyaman. Masa iya mobil bisa digores dan dirusak di sini?” tegasnya.
Ia berharap laporannya tidak berhenti di meja administrasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti hingga pelaku terungkap dan dimintai pertanggungjawaban.
“Paling tidak ini jadi bahan evaluasi. Saya minta laporan ini diproses, pelakunya dicari dan diamankan,” sambungnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.
“Laporan sudah diterima. Akan dilakukan pengecekan untuk mengetahui peristiwa yang terjadi,” ujar Ferry singkat.
(Red)


