ads display

Perang Memuncak! Konflik Iran vs AS–Israel Memasuki Hari Kelima, Trump Tegas: “Terlambat untuk Dialog”

Redaksi
4 Mar 2026 | Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-04T14:53:04Z
Konflik Iran vs AS–Israel Memasuki Hari Kelima

INDOKOM NEWS | Langit Timur Tengah kembali memerah. Memasuki hari kelima, konflik terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel berubah menjadi konfrontasi paling berbahaya dalam satu dekade terakhir. Dentuman ledakan mengguncang ibu kota Teheran, sementara dunia menahan napas menyaksikan eskalasi yang terus meluas.

Gelombang serangan udara besar-besaran dilancarkan Israel ke jantung kekuasaan Iran. Kepulan asap terlihat membumbung di atas pusat kota, area yang menjadi lokasi gedung-gedung pemerintahan penting. Salah satu bandara di Teheran dilaporkan turut menjadi sasaran, menambah kepanikan warga yang sudah lima hari hidup dalam bayang-bayang perang.

Di Washington, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang memperkeras suasana.

“Pertahanan udara mereka, angkatan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan mereka sudah hilang. Mereka ingin berbicara. Saya katakan: terlambat!” tulisnya di media sosial.

Pernyataan itu menjadi titik balik dramatis. Dua hari sebelumnya, ia masih membuka peluang dialog. Kini, pintu diplomasi seolah tertutup rapat.

Target Politik dan Bayang-Bayang Nuklir

Serangan tak hanya menyasar instalasi militer. Laporan media Iran menyebut kota suci Qom ikut digempur, termasuk bangunan yang dikaitkan dengan proses pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran.

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS–Israel. Kekosongan kekuasaan di Teheran kini menjadi pertaruhan besar.

Militer Israel mengklaim telah menghantam fasilitas bawah tanah di pinggiran timur Teheran — lokasi yang diduga digunakan ilmuwan Iran untuk mengembangkan komponen penting senjata nuklir. Jika benar, maka operasi ini bukan sekadar serangan balasan, melainkan upaya melumpuhkan masa depan program strategis Iran.

Trump bahkan menyebut sebagian besar kandidat potensial pengganti Khamenei juga telah tewas. Namun ia mengakui satu kemungkinan yang lebih mengkhawatirkan: munculnya sosok baru yang lebih keras dan lebih sulit dikendalikan.

Serangan Balasan Mengguncang Teluk

Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan salvo rudal dalam jumlah besar ke wilayah Israel. Serangan drone juga meluas ke kawasan Teluk, memicu kebakaran di dekat Konsulat AS di Dubai dan menyebabkan kerusakan di sekitar Kedutaan AS di Riyadh.

Qatar mengaku berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Bandara Internasional Hamad di Doha. Oman melaporkan serangan drone ke Pelabuhan Duqm, sementara Uni Emirat Arab menyebut serpihan drone yang dicegat memicu kebakaran di zona penyimpanan minyak.

Pernyataan keras pun datang dari pejabat Iran. Jika pusat-pusat vital negara itu terus diserang, maka seluruh pusat ekonomi kawasan akan menjadi target berikutnya. Ancaman ini membuat pasar global bergejolak dan harga energi melonjak tajam.

Dunia di Ambang Krisis Lebih Besar

Konflik yang bermula dari serangan presisi kini menjelma menjadi perang regional yang melibatkan banyak negara. Dewan Keamanan PBB didesak turun tangan, namun hingga kini belum ada tanda-tanda gencatan senjata.

Situasi semakin genting karena kawasan Teluk merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Setiap rudal yang meluncur bukan hanya ancaman militer, tetapi juga ancaman terhadap stabilitas ekonomi global.

Hari kelima belum menunjukkan tanda mereda. Dengan diplomasi yang kian menjauh dan retorika yang semakin panas, dunia kini bertanya:

Apakah ini awal dari perang yang lebih luas, atau masih ada celah terakhir untuk menghentikan api sebelum semuanya terlambat?**

(Red/Vona Tarigan)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perang Memuncak! Konflik Iran vs AS–Israel Memasuki Hari Kelima, Trump Tegas: “Terlambat untuk Dialog”

Trending Now

Iklan

close