REDAKSI
Sabtu, 18 September 2021, 9/18/2021 WIB
Last Updated 2021-09-18T02:43:45Z
Internasional

Minta Maaf, AS Akui Serangan Drone di Kabul Tewaskan 10 Warga Sipil

Advertisement
KABUL (indokomnewstv) Serangan Drone yang dilakukan AS di Kabul, Afghanistan pada 29 Agustus 2021 lalu menewaskan 10 warga sipil, tujuh di antaranya anak-anak.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin meminta maaf atas serangan drone di Kabul. Mereka mengakui serangan itu adalah sebuah kesalahan dan salah sasaran.

Kendaraan yang ditargetkan bukanlah acamaman terkait dengan ISIS-K.Kami akan mencoba belajar dari kesalahan ini, kata Austin dikutip dari AFP.

Jenderal tertinggi Komando Pusat AS, Frank Mckenzie, mengatakan serangan itu terjadi karena militer AS mengira kendaraan itu merupakan ancaman.

Serangan ini dilakukan dengan keyakinan yang sungguh sungguh bahwa itu akan mencegah ancaman segera terhadap pasukan dan pengungsi kami di bandara Kabul, tetapi itu adalah kesalahan yang patal, kata Mckenzie dikutip dari CNN.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menganggap pengakuan kesalahan ini sebagai langkah penting untuk akuntabilitas.

Namun,militer dan pemerintah AS juga harus mengambil tindakan lain seperti membayar kompensasi kepada anggota keluarga.

"Amerika Serikat harus berkomitmen untuk melakukan penyelidikan penuh, transparan dan tidak memihak atas insiden ini. 

Siapa pun yang bertanggung jawab secara pidana harus dibawa ke pengadilan," kata aktivis Amnesty International Brian Castner.

Sumber : CNN